bismillah...
Alhamdulillahi rabbil alamiin... setelah sekian lama tidak menulis, jari jemari kembali menari-nari pada keyboard laptop ada rasa senang dan gregatan tiap kali mengawali tulisan :)
setahun lebih di Jogja ada banyak cerita yang terlewati, ada banyak serpihan yang terbingkai, ada banyak pola yang sambung meyambung, ada banyak rasa yang di rasai, ada banyak arah yang tersusuri...pokoknya there so many things happened in my live... a wonderful life ^^
di sela aktivitas kuliah yang hanya dua hari dengan ritme tugas yang tidak henti-hentinya...kadang ingin keluar sejenak dari rutinitas yang kadang mengundang kebosanan, yaa... diawal awal ngekost di sini sudah ditawari oleh ibu kos untuk ngajar anak TK TPA di masjid dekat kos, tapi sepertinya kurang fokus saat itu, hingga kemudian qodarallah dengan perantara teman adek kos yang juga ngajar di masjid saya pun akhirnya bergabung menjadi saalh satu pengajar TK TPA Nur Farhan kec. papringan depok-sleman, YK
ada kekhawatiran ketika santri-santri nantinya akan menggunakan bahasa jawa, seperti rasa tak berdaya saya sewaktu di bus trans jogja ada si mbah yang terlihat bgitu sepuh bertanya kepada saya menggunakan bahasa jawa..tapi krn tidak tahu bahasa jawa saya tidak bisa menjawab pertanyaan si mbah, di situ kadang saya merasa kecewa dengan diri saya yang tidak bahasa jawa..:(
alhamdulillah tidak seperti yang saya bayangkan, bahasa indonesia ttp mendominasi obrolan mereka, walau dengan medok dan satu dua kata bahasa jawa yang masih bisa ku terka maknanya^^
ada perasaan bahagia..menemukan kembali feel ngajar anak-anak TK dan SD yang pertama kali kurasi ketika SMA menjadi guru ngaji :)
mereka ibarat hiburan di kala penatnya pikiran dan tugas-tugas kuliah dan ada rasa syukur bisa mengajarkan mereka satu dua huruf hijayyah untuk mampu mengeja ayat-ayat Al_Qur'an, pemandangan yang selalu menyejukkan hati melihat anak-anak TK TPA yang berduyun-duyun berangkat ke masjid dengan ekspresi keceriaan sambil membawa tas imut yang beriskan Iqro' dan alat tulis, bahagia mendengar suara masjid yang riuh karena ulah mereka berlarian kesana kemari di dalam masjid kemudian salah satu dari mereka nangis setelah itu kembali bermain dan tertawa kembali dengan teman-teman merka..seperti itulah dunia anak-anak yang menurut saya tiap anak berhak merasakan indahnya masa kecil mereka..:) apakah masa kecilmu bahagia sahabat ?? masih adakah fragmen masa kecilmu yang terekam diingatanmu ??
saya pun kebagian kelas yang masih Unyu pake banget alias kelas 1 yang mayoritas anak-anak TK, im enjoy it.. saatnya bermain sambil belajar, bercerita dan memperkaya ilmu parenting *itung-itung buat bekal juga^^
perkenalkan anak asuhan saya di kelas 1 ada rahma yang begitu aktif dan tidak berhenti ngomong dan usilin teman-temannya, suaranya paling gede' dan paling manja, ada najwa yang masih TK A tapi tegolong cepat dalam menghafal senyumnya manis :) lumayan nurut sama ustadzahnya..hehe, manja juga sih^^ ada rahayu paling gak bisa klo dapat posisi deketan dengan rahma maka al hasil ada pertumpahan air mata salah satu dari mereka dan merekapun maraju.,hehe, ada nadia yang paling imut dan sangat semangat untuk menghafal jika nyetor hafalan semua hafalannya harus disetor jadi terkadang menyita waktu paling lama dan anak-anak yang lainpun protes..hehe, ada intania yang kalem dengan hafalannya yang cukup banyak di bandingkan yang lainnya anaknya manut dan agak pemalu, ada adinda yang juga setipe dengan intania agak pemalu dengan nada suara yang rendah..^^, ada azizah yang baru bergabung di kelas satu..yang awalnya sepertinya agak shock dengan karakter teman-temannya dan perlahanpun azizah menikmatinya.
mereka semua adalah anak-anak yang hebat dengan karakter masing-masing yang unik, yang insyaAllah suatu hari nanti tumbuh menjadi muslim/ah yang bermanfaat untuk orang lain, dan pastinya bermanfaat untuk dien ini..selamat bertumbuh anak-anak, ayo kita nikmati kebersamaan kita berikan senyum terindah dan kaat-kata terindahmu untuk para anak-anak di sekitarmu, sebab mereka secara tidak langsung akan mengajari kita banyak hal tentang kehidupan.
Bismillah...
Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang Mukmin baik diri maupun harta mereka dengan memberikan Syurga untuk mereka... (Qs. At-taubah 111)
Senin, 08 Juni 2015
Senin, 26 Januari 2015
Biar jelas terbaca
seperti biasa di hari-hari selow...jika tak ke pergi kajian at seminar, taman pintar plus toko buku shoping, menginjakkan kaki di perpustakaan sudah hampir-hampir menjadi rutinitas, ada space di perpus MSI yang menjadi sasaranku tiap kali berkunjung keperpus MSI space itu kunamai VIP..^^
memang benar bahwa tidak ada yang kebtulan di dunia ini, setiap pertemuan ada pesan yang hendak disampaikan, seperti pertemuan ku dengan senior ku pada hari ini..
keinginan ku untuk bekerja seketika membawa ku pada perspektif baru tentang waktu yang sejatinya adalah investasi..terkadang kita memang harus melihat pada sudut pandang berbeda
impianku tentang masadepan ternyata belum terlalu erat ku genggam..polanya masih kurang berbentuk sehingga belum dapat terbaca dengan jelas.
bismillah..menela'ah kembali, langkah yang kurangkai belum terlihat jelas.. semuanya harus ku urai lebih detail hingga jelas terbaca, pertemuan hari ini tentunya tidak lepas dari skenario Allah yang tidak pernah kebetulan.
Perpus MSI, di iringi lantunan Maherzain.
memang benar bahwa tidak ada yang kebtulan di dunia ini, setiap pertemuan ada pesan yang hendak disampaikan, seperti pertemuan ku dengan senior ku pada hari ini..
keinginan ku untuk bekerja seketika membawa ku pada perspektif baru tentang waktu yang sejatinya adalah investasi..terkadang kita memang harus melihat pada sudut pandang berbeda
impianku tentang masadepan ternyata belum terlalu erat ku genggam..polanya masih kurang berbentuk sehingga belum dapat terbaca dengan jelas.
bismillah..menela'ah kembali, langkah yang kurangkai belum terlihat jelas.. semuanya harus ku urai lebih detail hingga jelas terbaca, pertemuan hari ini tentunya tidak lepas dari skenario Allah yang tidak pernah kebetulan.
Perpus MSI, di iringi lantunan Maherzain.
Minggu, 25 Januari 2015
Lebaran ini
Mendayu suara meniti angkasa
Alunan takbir mengulit pagi
Insan tersenyum tanda gembira
Lebaran mulia menjelma lagi, kali ini
Di hari lebaran mulia ini
Jangan pula membuat dosa
Begitulah hakikatnya hari raya
Bergembira tanpa melupakannya, Allah Yang Esa
Indah suasana dalam senyuman
Seluruh alam turut raikan
Mengucapkan syukur pada Tuhan
Atas nikmat yang datang, limpahannya
Ikhlaskan hati mohon kemaafan
Leburlah dosa di tapak tangan
Lupakan segala silap dan salah
Insan bersatu membina ummah
Alhamdulillah...
Alunan takbir mengulit pagi
Insan tersenyum tanda gembira
Lebaran mulia menjelma lagi, kali ini
Di hari lebaran mulia ini
Jangan pula membuat dosa
Begitulah hakikatnya hari raya
Bergembira tanpa melupakannya, Allah Yang Esa
Indah suasana dalam senyuman
Seluruh alam turut raikan
Mengucapkan syukur pada Tuhan
Atas nikmat yang datang, limpahannya
Ikhlaskan hati mohon kemaafan
Leburlah dosa di tapak tangan
Lupakan segala silap dan salah
Insan bersatu membina ummah
Alhamdulillah...
Skenario baru di akhir tahun 2014
Alhamdulillah.. bertemu akhir tahun selalu saja dengan berbagai macam perenungan.dan hal itu selalu saja menyenangkan dan mebuatku bertaya-tanya dan tentu saja mengevaluasi langkahku sudah sejauh mana ,aku melangkah..
seperti tahun-tahun sebelumnya Allah selalu memberiku kejutan-kejutan di akhir tahun, dan hal itu terulang kembali di tahun kemarin 2014, melalui seorang kakak senior akhwat yang pada awalnya ku kenal hanya me
lalui media sosial, tak kusangka membawa pada skenario yang tak kuduga.
merangkai kisah baru yang tak ku tau seperti apa endingnya, ku serahkan ke maha yang berkehendak..
satu hal yang selalu kurengkuh untuk menjalaninya Keyakinan yang Utuh terhadap takdir dan JaniiNya.
kembali menata niat dan orientasi.. inilah skenario baru yang harus ku jalani dan aku telah memilih untuk menjalaninya.
Kuserahkan segala urusanku hanya Allah, sungguh setiap urusan ada dalam genggamannya dan takdir terbaik selalu ada di penghujung takawkkal di setiap ikhtiar dan do'a yang tak henti untuk selalu di panjatkan.
seperti tahun-tahun sebelumnya Allah selalu memberiku kejutan-kejutan di akhir tahun, dan hal itu terulang kembali di tahun kemarin 2014, melalui seorang kakak senior akhwat yang pada awalnya ku kenal hanya me
lalui media sosial, tak kusangka membawa pada skenario yang tak kuduga.
merangkai kisah baru yang tak ku tau seperti apa endingnya, ku serahkan ke maha yang berkehendak..
satu hal yang selalu kurengkuh untuk menjalaninya Keyakinan yang Utuh terhadap takdir dan JaniiNya.
kembali menata niat dan orientasi.. inilah skenario baru yang harus ku jalani dan aku telah memilih untuk menjalaninya.
Kuserahkan segala urusanku hanya Allah, sungguh setiap urusan ada dalam genggamannya dan takdir terbaik selalu ada di penghujung takawkkal di setiap ikhtiar dan do'a yang tak henti untuk selalu di panjatkan.
Rabu, 08 Oktober 2014
Sang Penyejuk Hati
Sang penyejuk hati... tidak lain adalah sosok mungil, lembut, suci, menentramkan, dan membuat mata berninar-binar menatapnya, padanya tersimpan harapan besar akan sebuah perjuangan yang tiada hentinya..ya menyambung estafet dakwah dakwah Rasulullah, berharapa dengannya mulia pula kedua orang tuanya, dengannya pahala kian mengalir disebabkan amalan:)
*Ponakan Pertama : Aisyah Ayudia Inara
Assalamu'alaikum..om/tante..usiaku 6 bulan, doakan asiyah jadi anak solehah yaa ^___^
*Ponakan Pertama : Aisyah Ayudia Inara
Assalamu'alaikum..om/tante..usiaku 6 bulan, doakan asiyah jadi anak solehah yaa ^___^
Merayu Diri Agar Mencintai al-Qur'an
mengenalalquran.wordpress.com/tag/taujih-ust-abdul-aziz-abdul-rauf/
Kita bisa bekerja dengan keras saat jiwa kita sedang asyik dengan Al-Qur’an. Tetapi di saat yang lain, kita mungkin mengalami kondisi keengganan yang besar, jangankan disuruh menghafal, sekedar melihat mushaf pun sangat tidak siap. Untuk kondisi seperti itu, kita perlu merayu diri sendiri, merenungi kehidupan diri kita sendiri sambil mencari bahasa apa yang dapat membangkitkan energi kita untuk kembali bekerja: meraih cita-cita hidup bersama Al-Qur’an.
Berbagai permasalahan umum pada diri kita saat berinteraksi dengan Al-Qur’an antara lain:
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku” (QS Al-Fajr [89]:27-30)Ungkapan lembut tersebut adalah rayuan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang juga disertai ajakan yang provokatif. Bagaimana mungkin kita tidak tergiur dengan rayuan semacam itu?
Kita bisa bekerja dengan keras saat jiwa kita sedang asyik dengan Al-Qur’an. Tetapi di saat yang lain, kita mungkin mengalami kondisi keengganan yang besar, jangankan disuruh menghafal, sekedar melihat mushaf pun sangat tidak siap. Untuk kondisi seperti itu, kita perlu merayu diri sendiri, merenungi kehidupan diri kita sendiri sambil mencari bahasa apa yang dapat membangkitkan energi kita untuk kembali bekerja: meraih cita-cita hidup bersama Al-Qur’an.
Berbagai permasalahan umum pada diri kita saat berinteraksi dengan Al-Qur’an antara lain:
- Kita sadar sepenuhnya bahwa tilawah setiap hari adalah keharusan, tetapi jiwa kita belum siap untuk komitmen secara rutin sehingga dalam sebulan, begitu banyak hari-hari yang terlewatkan tanpa tilawah Al-Qur’an.
- Kita paham bahwa menghafal Al-Qur’an adalah kemuliaan yang besar manfaatnya, tetapi jiwa kita belum siap untuk meraihnya dengan mujahadah.
- Kita sadar bahwa masih banyak ayat yang belum kita pahami, namun jiwa kita tidak siap untuk melakukan berbagai langkah standar minimal untuk dapat memahami isi Al-Qur’an.
- Kita sadar bahwa mengajarkan Al-Qur’an sangat besar fadhillahnya, tetapi karena minimnya apresiasi dan penghargaan ummat terhadap para pengajar Al-Qur’an maka sangat sedikit yang siap menjadi pengajar Al-Qur’an.
- Kita paham bahwa shalat yang baik – khususnya shalat malam – adalah shalat yang panjang dan sebenarnya kita mampu membaca sekian banyak ayat, namun jiwa kita kadang tidak tertarik terhadap besarnya fadhillah membaca Al-Qur’an di dalam shalat.
- Kita sadar bahwa dakwah dijamin oleh nash Al-Qur’an dan Allah Swt akan memberikan kemenangan, namun jiwa kita tidak sabar dengan prosesnya yang panjang sehingga cenderung meninggalkan atau lari dari medan dakwah.
- Kita paham betul bahwa banyak keutamaan di dunia dan akhirat bagi manusia yang berinteraksi dengan Al-Qur’an, tetapi fadhillah tersebut hanya menjadi pengetahuan, tidak mampu menghasilkan energi yang besar untuk beristiqamah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
- Kita paham dengan sangat jelas bahwa semua tokoh Islam di atas bumi ini adalah orang-orang yang telah berhasil dengan ilmu Al-Qur’an dan merekapun menguasai kehidupan dunia, namun jiwa kita enggan mempersiapkan generasi mendatang yang hidupnya berada di bawah naungan Al-Qur’an.
- Wahai diri, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Mengaku cinta kepada Allah Swt tetapi tidak merasa senang berinteraksi dengan Kalam-Nya. Bukankah ketika manusia cinta dengan manusia lain, ia menjadi senang membaca suratnya bahkan berulang-ulang? Mengapa kamu begitu berat dan enggap untuk hidup dengan wahyu Allah Swt? Adakah jaminan bahwa kamu mendapat pahala gratis tanpa beramal shalih? Dengan apa lagi kamu mampu meraih pahala Allah Swt? Infak cuma sedikit, jihad belum siap, kalau tidak dengan Al-Qur’an, dengan apa lagi?
- Wahai jiwaku, siapa yang menjamin keamanan dirimu saat gentingnya suasana akhirat? Padahal Rasulullah Saw menjamin bahwa Allah Swt akan memberikan keamanan bagi manusia yang rajin berinteraksi dengan Al-Qur’an, mulai dari sakaratul maut hingga saat melewati shirat.
- Wahai jiwaku, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Dengan nikmat-Nya yang demikian banyak, yang diminta maupun tidak, tidakkah kamu bersyukur kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an?
- Wahai jiwaku, sadarkah kamu ketika Allah Swt dan Rasulnya mengajak dirimu memperbanyak hidup bersama Al-Qur’an? Untuk siapakah manfaat amal tersebut? Apakah kamu mengira bahwa dengan banyak membaca Al-Qur’an maka kemuliaan Allah dan Rasul-Nya menjadi bertambah? Dan sebaliknya, jika kamu tidak membaca Al-Qur’an, kemuliaan itu berkurang? Sekali-kali tidak. Semua yang kita baca dan lakukan, kitalah yang paling banyak mendapatkan manfaatnya.
- Wahai jiwa, tidakkah kamu merasa khawatir dengan dirimu sendiri? Selama ini hidup tanpa al-Qur’an, jatah usia makin sedikit, tabungan amal shalih masih sedikit, jaminan masuk surga tak ada di tangan. Sampai saat ini belum mampu tilawah rutin satu juz per hari, jangan-jangan Al-Qur’anlah yang tidak mau bersama dirimu karena begitu kotornya dirimu sehingga Al-Qur’an selalu menjauh dari dirimu.
- Wahai jiwa, tidakkah engkau tergiur untuk mengikuti kehidupan Rasulullah Saw dan para sahabat serta tabiin yang menjadi kenangan sejarah sepanjang zaman dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an? Jika hari ini kamu masih enggan berinteraksi dengan Al-Qur’an apa yang akan dikenang oleh generasi yang akan datang tentang dirimu?
“….Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-nya kepadamu supaya kamu berpikir. Tentang dunia dan akhirat…” (QS Al-Baqarah [2]: 219-220)
Senin, 29 September 2014
Mengukir jejak di Yogyakarta
Saya masih ingat pertama kali di kota ini...16 April 2014
Mengutip syair dari Imam Syafie:
"Merantaulah..Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah..
Kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan,
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan"
__________
Lalu, seorang traveler pun menambahkan:
"Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. Menemukan teman, sahabat, saudara. Mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan rumah itu untuk kita, apa pun bentuknya.
Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah yang sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun.."
pertama kali menginjakkan kaki dan menghirup udara jogja...
mengamati jalan-jalan yang sambangi, ku perhatikan bangunan-bangunannya yang
begitu kental akan nuansa budaya jawa, patung-patung yang tertata rapi hampir
disetiap jalanan baru, dan jalanan yang begitu berbeda dengan
makassar...kebersihan, jogja tergolong kota yang bersih.. dan bukan hanya pada
jalan-jalan utama, ternyata di gang-gang sekalipun terlihat kebersihannya,
budaya sadar akan kebersihan merupakan karakteristik unggulan di kota ini..
dan perjalanan baru pun kumulai di sini..di kota ini,
Yogyakarta.. J
disinilah episode-episode hidup kan kujalani, bukan lagi
makassar, unhas, pusdam, rumah, aqhso, workshop, danau,
bagi saya memutuskan untuk merantau adalah perkara yang awalnya cukup dilematis, namun saya tidak akan berangkat sebelum memang keyakinan ku utuh untuk merantau..
Namun setelah musyawarah dengan orang tua dan demi harapan-harapan yang telah ku rangkai dengan bukan hanya tentang aku, mereka, kita kelak ..tp juga tentang dakwah tentang ummat, tentang cinta Rasullulah kepada ummatnya..
bagi saya memutuskan untuk merantau adalah perkara yang awalnya cukup dilematis, namun saya tidak akan berangkat sebelum memang keyakinan ku utuh untuk merantau..
Namun setelah musyawarah dengan orang tua dan demi harapan-harapan yang telah ku rangkai dengan bukan hanya tentang aku, mereka, kita kelak ..tp juga tentang dakwah tentang ummat, tentang cinta Rasullulah kepada ummatnya..
Flash back sejanak..
bismillah, ku
luruskan niatku Lillahi ta’ala dalam rangka mencari Ridho Allah, Tholabul
ilmi.. restu dari oarang tua dan dukungan mereka pun menambah kuat keyakinanku,
modal utama merantau hanya lah “ Ridho Allah dan Restu Orang tuaku” di tambah dengan semangat dari nenek...iya
nenek, yang masuk ke kamar ku H-1 sebelum keberangkatanku ke Yogja, beliau
memeluk ku dan tiba-tiba menangis beliau pun menyampaikan wejangannya ..hal
yang sama yg selalu beliau lakukan apa bila ada di antara kami cucu-cucu nya
yang akan pergi jauh, beliau selalu menjadi salah satu penyemangatku.. semua
yang beliau lakukan selalu saja membekas di hatiku, mungkin karena ikatan emosi
kami begitu kuatt *tsahh J
diasuh nenek selama beberapa tahun sebelm masuk TK tentu saja beliau menjadi
sangat berarti bagi saya..lebih tepatnya di usia golden ageku beliaulah yang
selalu di sampingku..* I luv U nenek ^^
sebagai anak rumahan... *iyakah :D yang terbiasa hidup dengan keluarga, saya butuh waktu untuk akrab dengan kondisi sekitar ku, home sick ?? iya pastii di awal2... jadi ingat waktu berkenalan dengan teman kost ku yang bernama Atin yang juga sedang menempuh S2 di UIN suka.. sempat mewek di depannya, tiba-tiba Atin nyeletuk ngomong “S2 kok mewekk ??? “ seketikaa... langsung trsadar iya..yaa.. masa’ karena rindu tiba2 harus mewek, gimana nanti kalau di boyong sama suami ke tempat yang lebih jauh lagi..hehe ^^
sebagai anak rumahan... *iyakah :D yang terbiasa hidup dengan keluarga, saya butuh waktu untuk akrab dengan kondisi sekitar ku, home sick ?? iya pastii di awal2... jadi ingat waktu berkenalan dengan teman kost ku yang bernama Atin yang juga sedang menempuh S2 di UIN suka.. sempat mewek di depannya, tiba-tiba Atin nyeletuk ngomong “S2 kok mewekk ??? “ seketikaa... langsung trsadar iya..yaa.. masa’ karena rindu tiba2 harus mewek, gimana nanti kalau di boyong sama suami ke tempat yang lebih jauh lagi..hehe ^^
entah mengapa gampang sekali mewek..sampai-sampai saya
menyempatkan diri saya untuk browsing di internet untuk demi mencari key word kiat-kiat
menahan air mata... hehe, sebab saya tidak ingin di hari keberangkatanku ibu
dan bapak ku melihatku menangis.. walhasil walaupun sudah browsing, tetap saja
mewekk.. ketika berpamitan dengan mereka.. sama halnya dengan tertawa..yaa,
paling gampang juga ketawa ketiwi.bahkan bisanya yang menurut orang-orang biasa
saja, hal itu cukup lucu menurutku..dan akhirnya trkadang saya sendiri yang
trtawa.. -__-
back to talk about Jogja..
Perkenalkan nama kampus baru saya adalah Universitas Islam
Indonesia, nama panggilannya UII J
letak sangat dekat dengan kostnya...
alhamdulillah, hanya berjalan kaki sampe dah di kampus, kampus ini cukup
imut-imut... sebagai kampus pasca dan hanya ada 3 jurusan, salah satu nya
adalah magister studi Islam konsentrasi Ekonomi Islam, kampus UII ada memiliki
5 kampus yang terseber di Jogja..kamus terpadu, tempat masjid ulil-albab
letaknya di kaliurang km 14,5, yahh cukup jauh dekat-dekat dengan gunung merapi
Jogja..yang konon katanya tahun ini adalah siklus merapi untuk mengeluarkan
dahaknya..karena selama ini merapi hanya batuk-batuk kecil saja..
dannn Jogja menyambut saya dengan hujan abu waktu itu... hujan abu yang sebelumnya hanya saya dengar dan lihat di tV.. seketika saya merasa saya sudah sangat jauh dari kota makassar J *ya iyyalah..namanya juga lintas pulau, menyebrangi lautan melintasi lembah..jadi ingat ninja hatori :D
dannn Jogja menyambut saya dengan hujan abu waktu itu... hujan abu yang sebelumnya hanya saya dengar dan lihat di tV.. seketika saya merasa saya sudah sangat jauh dari kota makassar J *ya iyyalah..namanya juga lintas pulau, menyebrangi lautan melintasi lembah..jadi ingat ninja hatori :D
Bagaimana dengan masyarat nya.. yang tiap hari saya akan
banyak berinteraksi dengan mereka..
Seperti lagunya katon bagsakara “Jogjakarta”... setiap sudut
menyapuku bersahabat penuh selaksa makna.. ;) ramah, sopan, dan sensitifitas
yang cukup tinggi terhadap orang lain..
bagaimana dengan makanannya... jujur, agak sedikit parno tiap kali melihat jajanan yang di perjual belikan, harus betul-betul berhati, menurut penelitian daging celeng yang laku terjual di pasaran lima kali lipat dari yang seharusnya.. bahkan di salah satu pesantren mahasiswi “ Darush shalihat” tempat kajian Jelajah hati ust.Syatori AR Hafidzollah mengharuskan santrinya untuk berbelanja pada warung-warung telah di tentukan oleh pihak pesantren.. inilah bukti sebuah ke waro’an seringkali kita mungkin sedikit lalai dengan hal yang seperti ini, padahal menurut ulama makanan yang kita makanan berpengaruh pada kualitas akhlak kita, bahkan daya hafal kita..wallahu a’lam
bagaimana dengan makanannya... jujur, agak sedikit parno tiap kali melihat jajanan yang di perjual belikan, harus betul-betul berhati, menurut penelitian daging celeng yang laku terjual di pasaran lima kali lipat dari yang seharusnya.. bahkan di salah satu pesantren mahasiswi “ Darush shalihat” tempat kajian Jelajah hati ust.Syatori AR Hafidzollah mengharuskan santrinya untuk berbelanja pada warung-warung telah di tentukan oleh pihak pesantren.. inilah bukti sebuah ke waro’an seringkali kita mungkin sedikit lalai dengan hal yang seperti ini, padahal menurut ulama makanan yang kita makanan berpengaruh pada kualitas akhlak kita, bahkan daya hafal kita..wallahu a’lam
Jogjakarta... yang identik dengan kota wisata, menarik
memang kota ini... selain ia juga kota pendidikan, jogja juga kota wisata.. penatnya
pikiran akan tntutan akdemik akan di netralisir dengan tempat-tempat indah yang
cukup membawa ketenangan dan menghibur,..
Jogja akan sangat cantik di malam hari, kerlap kerlip lampu
yang menghiasi kota ini begitu indah jika pandang,.. tapi bagaimana pun
indahnya kota rantauan , kampung halaman tetap punya nilai tersendiri di dalam
hati.. J
Semoga di kota ini... saya kembali menata langkah dan
mengukir jejak yang berarti bukan hanya untuk diri sendiri tp juga orang lain,
ingin selalu membawa manfaat di manapun berada.
aamiin...
aamiin...
Langganan:
Postingan (Atom)


