Bismillah...

Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang Mukmin baik diri maupun harta mereka dengan memberikan Syurga untuk mereka... (Qs. At-taubah 111)

Senin, 29 September 2014

Mengukir jejak di Yogyakarta



Saya masih ingat pertama kali di kota ini...16 April 2014

Mengutip syair dari Imam Syafie:
"Merantaulah..
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah..
Kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan,
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan"
__________
Lalu, seorang traveler pun menambahkan:
"Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. Menemukan teman, sahabat, saudara. Mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan rumah itu untuk kita, apa pun bentuknya.
Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah yang sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun.."


pertama kali menginjakkan kaki dan menghirup udara jogja... mengamati jalan-jalan yang sambangi, ku perhatikan bangunan-bangunannya yang begitu kental akan nuansa budaya jawa, patung-patung yang tertata rapi hampir disetiap jalanan baru, dan jalanan yang begitu berbeda dengan makassar...kebersihan, jogja tergolong kota yang bersih.. dan bukan hanya pada jalan-jalan utama, ternyata di gang-gang sekalipun terlihat kebersihannya, budaya sadar akan kebersihan merupakan karakteristik unggulan di kota ini..
dan perjalanan baru pun kumulai di sini..di kota ini, Yogyakarta.. J
disinilah episode-episode hidup kan kujalani, bukan lagi makassar, unhas, pusdam, rumah, aqhso, workshop, danau,
bagi saya memutuskan untuk merantau adalah perkara yang awalnya cukup dilematis, namun saya tidak akan berangkat sebelum memang keyakinan ku utuh untuk merantau..
Namun setelah musyawarah dengan orang tua dan  demi harapan-harapan yang telah ku rangkai dengan bukan hanya tentang aku, mereka, kita kelak ..tp juga  tentang dakwah tentang ummat, tentang cinta Rasullulah kepada ummatnya..
Flash back sejanak..
 bismillah, ku luruskan niatku Lillahi ta’ala dalam rangka mencari Ridho Allah, Tholabul ilmi.. restu dari oarang tua dan dukungan mereka pun menambah kuat keyakinanku, modal utama merantau hanya lah “ Ridho Allah dan Restu Orang tuaku”  di tambah dengan semangat dari nenek...iya nenek, yang masuk ke kamar ku H-1 sebelum keberangkatanku ke Yogja, beliau memeluk ku dan tiba-tiba menangis beliau pun menyampaikan wejangannya ..hal yang sama yg selalu beliau lakukan apa bila ada di antara kami cucu-cucu nya yang akan pergi jauh, beliau selalu menjadi salah satu penyemangatku.. semua yang beliau lakukan selalu saja membekas di hatiku, mungkin karena ikatan emosi kami begitu kuatt *tsahh J diasuh nenek selama beberapa tahun sebelm masuk TK tentu saja beliau menjadi sangat berarti bagi saya..lebih tepatnya di usia golden ageku beliaulah yang selalu  di sampingku..* I luv U nenek ^^

sebagai anak rumahan... *iyakah :D yang terbiasa hidup dengan keluarga, saya butuh waktu untuk akrab dengan kondisi sekitar ku, home sick ?? iya pastii di awal2... jadi ingat waktu berkenalan dengan teman kost ku yang bernama Atin yang juga sedang menempuh S2 di UIN suka.. sempat mewek di depannya, tiba-tiba Atin nyeletuk ngomong “S2 kok mewekk ??? “ seketikaa... langsung trsadar iya..yaa.. masa’ karena rindu tiba2 harus mewek, gimana nanti kalau di boyong sama suami ke tempat yang lebih jauh lagi..hehe ^^
entah mengapa gampang sekali mewek..sampai-sampai saya menyempatkan diri saya untuk browsing di internet untuk demi mencari key word kiat-kiat menahan air mata... hehe, sebab saya tidak ingin di hari keberangkatanku ibu dan bapak ku melihatku menangis.. walhasil walaupun sudah browsing, tetap saja mewekk.. ketika berpamitan dengan mereka.. sama halnya dengan tertawa..yaa, paling gampang juga ketawa ketiwi.bahkan bisanya yang menurut orang-orang biasa saja, hal itu cukup lucu menurutku..dan akhirnya trkadang saya sendiri yang trtawa.. -__-

back to talk about Jogja..
Perkenalkan nama kampus baru saya adalah Universitas Islam Indonesia, nama panggilannya UII J letak sangat dekat dengan kostnya...  alhamdulillah, hanya berjalan kaki sampe dah di kampus, kampus ini cukup imut-imut... sebagai kampus pasca dan hanya ada 3 jurusan, salah satu nya adalah magister studi Islam konsentrasi Ekonomi Islam, kampus UII ada memiliki 5 kampus yang terseber di Jogja..kamus terpadu, tempat masjid ulil-albab letaknya di kaliurang km 14,5, yahh cukup jauh dekat-dekat dengan gunung merapi Jogja..yang konon katanya tahun ini adalah siklus merapi untuk mengeluarkan dahaknya..karena selama ini merapi hanya batuk-batuk kecil saja..

dannn Jogja menyambut saya dengan hujan abu waktu itu... hujan abu yang sebelumnya hanya saya dengar dan lihat di tV.. seketika saya merasa saya sudah sangat jauh dari kota makassar J *ya iyyalah..namanya juga lintas pulau, menyebrangi lautan melintasi lembah..jadi ingat ninja hatori :D
Bagaimana dengan masyarat nya.. yang tiap hari saya akan banyak berinteraksi dengan mereka..
Seperti lagunya katon bagsakara “Jogjakarta”... setiap sudut menyapuku bersahabat penuh selaksa makna.. ;) ramah, sopan, dan sensitifitas yang cukup tinggi terhadap orang lain..

bagaimana dengan makanannya...  jujur, agak sedikit parno tiap kali melihat jajanan yang di perjual belikan, harus betul-betul berhati, menurut penelitian daging celeng yang laku terjual di pasaran lima kali lipat dari yang seharusnya..  bahkan di salah satu pesantren mahasiswi “ Darush shalihat” tempat kajian Jelajah hati ust.Syatori AR Hafidzollah mengharuskan santrinya untuk berbelanja pada warung-warung telah di tentukan oleh pihak pesantren.. inilah bukti sebuah ke waro’an seringkali kita mungkin sedikit lalai dengan hal yang seperti ini, padahal menurut ulama makanan yang kita makanan berpengaruh pada kualitas akhlak kita, bahkan daya hafal kita..wallahu a’lam
Jogjakarta... yang identik dengan kota wisata, menarik memang kota ini... selain ia juga kota pendidikan, jogja juga kota wisata.. penatnya pikiran akan tntutan akdemik akan di netralisir dengan tempat-tempat indah yang cukup membawa ketenangan dan menghibur,..
Jogja akan sangat cantik di malam hari, kerlap kerlip lampu yang menghiasi kota ini begitu indah jika pandang,.. tapi bagaimana pun indahnya kota rantauan , kampung halaman tetap punya nilai tersendiri di dalam hati.. J
Semoga di kota ini... saya kembali menata langkah dan mengukir jejak yang berarti bukan hanya untuk diri sendiri tp juga orang lain, ingin selalu membawa manfaat di manapun berada.

aamiin...

Minggu, 01 Desember 2013

Cinta sejati..

Bismillah,,,,

Rabu, 9 januari 2013.
At 21.26

Catatan hati di setiap perjalananku, hari ini ku temui hikmah baru dalam perjalanan hidup ini..
Sesuatu yang tdk dilandasi oleh pengokohan syariat dalam gerak perkataan dan perbuatan...maka tunggulah saat dimana engkau akan merasa nyesak atau bahkan terasa ada yang di sayat sembila..entah itu di tengah perjalann atau kah di penghujungnya... bukan kah aku selalu meminta Ya Allah ingatkan aku ketika ku tersalah, dan perasaan itu ku yakini adalah mesej dari dari Allah setiap kali ku keliru dalam melangkah...dan untuk kali ini kembali Allah mengingatkan ku..
Terima Kasih Ya Allah..Engkau selalu ada d setiap perjalananku, kasih sayangMu lebih besar dari kasih sayang seorang Ibu kepada Bayinya...
Maafkan aku secra tidak langsung  mengkhianatiMu, tanpa ku sadari....
Maafkan aku secara tidak langsung menduakanMu, atau pun seakan lupa oleh PenjagaanMu yang selalu setia dalam setiap langkah dan gerak ku..
Kini ku dapati diriku... kembali terjatuh namun jatuh ku ini telah mengantrkn kan ku kepada CintaMu yang tak pernah ku elakkan bahwa Engkau lah Cinta sejati...
Cinta sejati yang selalu setia menemaniku di saat tak ada orang lain yang melihat kesedihan dan genanngan air mata yang ingin selalu meluap..
Cinta sejati yang tak pernah lekang oleh waktu dan Musim...cinta sejati yang selalu menguatkan ketika terjatuh engkau selalu ada bak oase di hamparan gurun kerontang.
KasihMu selalu membersamai dalam keadaan apapun diriku...Kasih selalu mengalir bahkan pada saat ku mengkhianatiMu  ALLAH...
Hingga hari ini... ku ingin mengokohkan kembali yang Cinta itu...ku ingin mengukir cerita Cinta yang dihiasi oleh pengorbanan yang dengnnya aku tak pernah merasa berkorban..karena pengorbanan adalah niscya ketika mencintai.

Ya Allah beri ku petunjuk akan setiap rasa yang menghampiriku..
Kembalikan ketegasan untuk menjaga maruah diri.. Ya rabb, hilangkan perasaan yng tidak engkau ridhoi...Engkaulah yang Maha membolak balikkan hati ya Allah.
Sejukkan hati ku dengan CintaMu yang tak pernah padam..Cinta yang akan selalu ku semai di dlm lubuk hati terdalam Cinta kepda Sang pencipta Cinta.
Karena ku yakini..ketika ku mencintaiMu dengan sepenuh Jiwaku maka hal itu akan mengundang cinta orang2 yang mencintaiMu..di saat itulah Penantian berbuah keridhoan..
Ya Keridhoan...




Assalamu'alaykum..ikhwa, pasca muktamar kita kemarin, bnyak hal yg menjadi evaluasi kita brsama, tidak hanya untk adik2 yg menjabat periode kmrn, tp kita semua ikhwa Ekonomi tanpa terkecuali, sy teringat dengan sms yang pernah di krmkan oleh seorang saudari selingkaran sy isix begini

"Jika bukan karena CintaKu kepada Allah, tentu telah lelah kaki ini melangkah.."

Terkadang perjalanan panjang ini terasa begitu melelahkan, tp jika bukan krn Cinta kita kpd Allah tentu telah lelah kaki ini melangkah, ketika merenung sejenak...flashback ke belakang ada ketakutan apakah rencana-rencana kita hanyalah sebuah garis putus-putus yang tak akan pernah membentuk gambar...., namun  sy kemudian teringat dengan surah At-taubah ayat 105...seketika itu haqqul yaqin,tdk ada yang sia-sia apa yang selama ini telah kita lakukan...tidak semua hal mampu kita nilai secara dzahir, Ada Allah yang Maha melihat.
dan memang masih bnyk tugas yg harus kita kerjakan, yang meminta otak kita untk terus berpikir ttg dakwah ini, meminta gerak langkah kita untk trus mencipta jejak perjuangan, meminta tetesan keringat kita yang akan menjadi saksi pada peradilan Akbar nanti, meminta nafas yg lebih panjang untk trus btahan, meminta kita untuk terus brlapang dada untk menepis ego msng2 dr diri kita, Subhanallah sanggup kah kita untuk tetap brtahan mnjdi orang-orang pilihan Allah..yang akan membrsamai Sang Rasul di Syurga nanti...dan ternyata semua it belm ada apa2x ketika kita menelusuri siroh nabawiyah atw 60 karakteristik sahabat Rasulullah, begitu lemah dan rapuh diri kita..namun berharap Allah selalu menguatkan.
Mauu ka curcol sedikit duluu ^_^
Sy teringat dengan kata-kata Sang guru sy "walaupun anti amanahx secara struktur di dakwah sekolah, tp anti harus ttp berkontribusi di kampus, minimal anti membina, jangan pernah menutup mata dari kondisi fakultas at pun kampus "  pertanyaan besar bagi saya pribadi..sudah sejauh mana  kontribusi sy untuk fak ???
kalimat itu hingga kini msh seakan terngiang di telinga sy...tdk ada yang harus di pilih antara DS dan DK, karena bgi sy keduax adalah amanah yg sejatinya kita brlakukan secara horisontal, yang memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan Sang Kuasa ketika di sdh sampai masanya di gariskan terhenti.
setiap masa, ada sejarahnya sendiri... dan brbahagialah kita yg telah menciptakan sejarah dengan penuh perjuangan di tengah ketrbatasn diri, tau kah kita bahwa hakekatnya kita ini sedng memperjuangkan diri kita sendiri...krn Tegaknya Dien ini sdh dijamin oleh Allah..maka Brgerak atau tergantikan.
Afwan kalau hingga detik ini, belum bs memberikan yang trbaik untuk fakultas,afwan ats sgla keterbatasan diri, menjadi bagian dr jama'ah ini sdh mnjdi kesyukuran yg amat sangat, ukhuwah yang manis dan kebersamaan adalah sebaik2 rezeki yg Allah titipkan.. J
Sekarang walaupun tdk terlibat lg secra struktur, tp ada yng nmx tanggung jawab moril..:)
mari kita merancang proyek besar dakwah kita ini, bermula dari tim  yang solid dan jauh dr prasangka,  niat tulus Lillahi ta'ala.

bermula dari lingkaran kecil yang Allah titipkan...dimanapun kita membina, entah itu di sekolah, di fak, lintas fak bahkan lintas kampus..jaga mereka selayaknya kita menjaga anak-anak kita sendiri, kalaupun mereka pada akhirnya tdk brsma kita lagi, mungkin mereka hanya pergi untuk kembali lagi J kalau pun tidak kembali lagi, paling tidak kita sdh menjadi bagian dr upaya mensibgha mereka dgn sibghatullah...”Sang Murabbi” begitu mulia profesi itu J

jj

Kampus Merah dan sekilas rencana Hijrah :)

Bismillahirrohmanirrohim...
Semoga Ridho Allah senantiasa mengiringi... di saat apapun itu, SenyumNya selalu menyertai Langkah kemanapun itu, dalam air mata...ataupun canda tawa untuk saling menumbuhkan

Berjalan memasuki kampus merah itu...tempat miniatur peradaban yang dirintis oleh orang- orang yang mengikhlaskan dirinya di jalan mulia ini, membangun idealisme ilahi dan memperjuangkannya, menggenggam kuat ideologi islam dalam perjalanannya hingga menemuiNya.

 Rimbunnya pepohonan itu..kian saja menambah rasa takjub akan indah dan nyamannya kampus ku itu, kali ini kampus nampak begitu ramai... rupa-rupanya hari itu adalah hari verifikasi ruangan tes untuk maba, terhitung ada 5 orang penanya yang menanyakan ruangannya...menanyakan lokasi FK, Sastra, sospol, dan FKM, yahh... tahun ajaran baru 2013 sudah didepan mata, saatnya melayani, saatnya memberi dan terus memberi, karena menerima hanyalah efek dari pekerjaan memberi itu.

Sudah terhitung 3 bulan lebih setelah yudisium di fakultas, saat dinyatakan berhak menyandang gelar SE...saat penuh haru mereview perjalanan skripsi yang berkelok-kelok, penuh warna dan rasa, usai sudah satu kewajiban ku saat itu..kewajiban kepada orang tua untuk menunaikan amanahnya, dan tibaa saat senyum haru di wajah mereka pada saat acara wisuda ku tepat tanggal 22 Maret 2013.

Tiba-tiba saja..rencana untuk hijrah itu terlintas di benakku, hari-hari yang akan ku lalui seorang diri disana, ku reungi kembali motif ku hijrah...entah mengapa suara hati begitu mantap dengan rencana itu, ttp saja ku renungi alasankau agar bisa lebih rasional, apakah hanya sekedar untuk belajar toefl dan speaking... ternyata tidak, ada yang lebih hakiki dari semua itu yaa.. “mengishlaskan diri” memurnikan dan menjernihkan hati dari debu-debu perasaan, membuktikan makna jangan jatuh cinta, tapi bangun cinta, menebus hutang-hutang amanah dengan berdakwah menyebarkan fikroh yang luhur, menemukan keluarga-keluarga baru di sana, belajar untuk mandiri merasakan jauh dari orang tua.

180613

salah satu moment yang selalu ku rindu, ialah berjalan menyusuri koridor-koridor kampuz, berpayung Pohon-pohon Rindang...:) 




Kokohkan pijakan kami...*teruntuk diri sendiri.

Teruntuk teman-teman seperjuanganku di fakultas ekonomi...yang tiada henti berjuang dalam keterbatsan, menebar risalah dipenjuru fakultas, teruskan perjuangan, pengorbanan dan kesetiaan..^^


Assalamu'alaykum..ikhwa, pasca muktamar kita kemarin, bnyak hal yg menjadi evaluasi kita brsama, tidak hanya untk adik2 yg menjabat periode kmrn, tp kita semua ikhwa Ekonomi tanpa terkecuali, sy teringat dengan sms yang pernah di krmkan oleh seorang saudari selingkaran sy isix begini

"Jika bukan karena CintaKu kepada Allah, tentu telah lelah kaki ini melangkah.."

Terkadang perjalanan panjang ini terasa begitu melelahkan, tp jika bukan krn Cinta kita kpd Allah tentu telah lelah kaki ini melangkah, ketika merenung sejenak...flashback ke belakang ada ketakutan apakah rencana-rencana kita hanyalah sebuah garis putus-putus yang tak akan pernah membentuk gambar...., namun  sy kemudian teringat dengan surah At-taubah ayat 105...seketika itu haqqul yaqin,tdk ada yang sia-sia apa yang selama ini telah kita lakukan...tidak semua hal mampu kita nilai secara dzahir, Ada Allah yang Maha melihat.
dan memang masih bnyk tugas yg harus kita kerjakan, yang meminta otak kita untk terus berpikir ttg dakwah ini, meminta gerak langkah kita untk trus mencipta jejak perjuangan, meminta tetesan keringat kita yang akan menjadi saksi pada peradilan Akbar nanti, meminta nafas yg lebih panjang untk trus btahan, meminta kita untuk terus brlapang dada untk menepis ego msng2 dr diri kita, Subhanallah sanggup kah kita untuk tetap brtahan mnjdi orang-orang pilihan Allah..yang akan membrsamai Sang Rasul di Syurga nanti...dan ternyata semua it belm ada apa2x ketika kita menelusuri siroh nabawiyah atw 60 karakteristik sahabat Rasulullah, begitu lemah dan rapuh diri kita..namun berharap Allah selalu menguatkan.
Mauu ka curcol sedikit duluu ^_^
Sy teringat dengan kata-kata Sang guru sy "walaupun anti amanahx secara struktur di dakwah sekolah, tp anti harus ttp berkontribusi di kampus, minimal anti membina, jangan pernah menutup mata dari kondisi fakultas at pun kampus "  pertanyaan besar bagi saya pribadi..sudah sejauh mana  kontribusi sy untuk fak ???
kalimat itu hingga kini msh seakan terngiang di telinga sy...tdk ada yang harus di pilih antara DS dan DK, karena bgi sy keduax adalah amanah yg sejatinya kita brlakukan secara horisontal, yang memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan Sang Kuasa ketika di sdh sampai masanya di gariskan terhenti.
setiap masa, ada sejarahnya sendiri... dan brbahagialah kita yg telah menciptakan sejarah dengan penuh perjuangan di tengah ketrbatasn diri, tau kah kita bahwa hakekatnya kita ini sedng memperjuangkan diri kita sendiri...krn Tegaknya Dien ini sdh dijamin oleh Allah..maka Brgerak atau tergantikan.
Afwan kalau hingga detik ini, belum bs memberikan yang trbaik untuk fakultas,afwan ats sgla keterbatasan diri, menjadi bagian dr jama'ah ini sdh mnjdi kesyukuran yg amat sangat, ukhuwah yang manis dan kebersamaan adalah sebaik2 rezeki yg Allah titipkan.. J
Sekarang walaupun tdk terlibat lg secra struktur, tp ada yng nmx tanggung jawab moril..:)
mari kita merancang proyek besar dakwah kita ini, bermula dari tim  yang solid dan jauh dr prasangka,  niat tulus Lillahi ta'ala.
bermula dari lingkaran kecil yang Allah titipkan...dimanapun kita membina, entah itu di sekolah, di fak, lintas fak bahkan lintas kampus..jaga mereka selayaknya kita menjaga anak-anak kita sendiri, kalaupun mereka pada akhirnya tdk brsma kita lagi, mungkin mereka hanya pergi untuk kembali lagi J kalau pun tidak kembali lagi, paling tidak kita sdh menjadi bagian dr upaya mensibgha mereka dgn sibghatullah...”Sang Murabbi” begitu mulia profesi itu J


300413
Rumah kita_FoSEI




Puisi Jika Aku Jatuh Cinta _ Sayyid Quthb


Suka sekalii puisi ini... hakikatnya cinta itu menjadikan Cinta kepada Allah sebagai Subordinatnya.
Cinta kepada Allah sebagai referenci cintanya kepada selainNya..

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
(As-Syahid Sayyid Qutb)

Minggu, 11 Agustus 2013

Surat Cinta untuk LingkaranCinta-ku


Bismillah...

Segala Puji-pujian hanya Milik Allah, tidak ada daya kita terhadapnya, langit dan bumi semua bertasbih kepada Allah, Dialah Zat di atas segala-galanya, serta Shalawat kepada Baginda Rasulullah saw..yang telah mensibhgoh dunia dengan sebaik-baik celupan, Sibhgotullah, semoga kelak di syurga nanti Allah menempatkan kita bersama Rasulullah saw, serta kepada keluarga beliau, amirul mukminin, sahabat-sahabatnya, tabi’-tabi’in, ulama-ulama,para syuhada, dan hambaNya yang senantiasa istiqomah meniti Jalan Dakwah ini.
Surat ini sy tulis semata-mata dalam rangka penguatan dakwah kita, bagian dari rasa cinta sy terhadap kalian, semoga cinta ini senantiasa dalam RidhoNya,
 Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka, karena kedudukannya disisi
Allah."

Sahabat bertanya:
"Ya Rasulullah, tolong kami beritahu siapa mereka?"

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menjawab:

"Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita." (H.R. Abu Daud)

Tidak ada yang lebih indah dari sebuah persaudaraan karena Allah, semoga lingkaran ini tetap penuh cinta dan akrab membersamai, sebagaimana di dalam rukun bait ke sembilan al-ukhwwah J tidak ada dakwah tanpa ukhuwwah, jangan sampai lingkaran itu mengecil karena sikap acuh kita terhadap
saudara (kec.karena mutasi ^^) , tetap bergandengan tangan agar lingkaran ini menjadi mercusuar yang mampu menebarkan cahayanya... tetap lah bertumbuh dalam jama’ah, dalam gerak yang tak mengenal kata henti, dalam do’a-do’a yang tak pernah putus kepada saudara,  tetaplah berjalan di jalan cinta para pejuang jalan yang telah di tapaki oleh para nabi dan syuhada, semoga Allah menguatkan tiap pijakan kaki kita di manapun berada, karena idealisme tak mengenal batas ruang dan waktu...

Uhibbukumfillah..mencintai kalian karena Allah, semoga kita tak hanya di pertemukan di dunia, tapi juga bertemu kelak di SyurgaNya dengan RahmatNya, mari bersama-sama berikrar di jalan CintaNya...kita bersama karena Allah,..Ya hanya kerena Allah, dan cukuplah firmanNya :

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengn memeberikan syurga untuk mereka, mereka berperang di jalan Allah...
(At-taubah.111)

Menjadikan kita haqqun yaqin dengan jalan yang kita titi saat ini, senantiasa meminta agar Allah tetap memilih kita sebagai tentaraNya...hingga kita di gariskan terhenti olehNya, mohon maaf segala khilaf dan keterbatasan kakak, semoga Allah melimpahkan kasih sayangNya... di setiap episode hidup kita, Ridho Allah yang pertama dan Utama... selamat menyambut Bulan ramadhan persiapkan karya terbaik kita untuk Allah, semoga sampai usia kita... insyaAllah.


                                                                                                                                                                Kak Unhy

                                                                                                                                                     HambaNya yang dhoif